JAKARTA - Dalam upaya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil, KAI Services menggandeng Kementerian Perdagangan RI untuk membuka peluang bagi produk UMKM masuk ke jaringan bisnis kereta api nasional.
Inisiatif ini tidak hanya memberi ruang promosi bagi produk lokal, tetapi juga menjadi bagian strategi penguatan ekonomi nasional melalui pemanfaatan transportasi publik milik negara.
Kerja sama ini menghadirkan konsep bursa bisnis yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pengelola layanan kuliner dan gerai oleh-oleh di kereta api serta stasiun.
Dengan akses ini, produk-produk lokal bisa menembus pasar yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus memberi pengalaman baru bagi penumpang kereta api yang kini dapat menikmati ragam produk asli Indonesia selama perjalanan.
Pameran Produk Lokal Sambut Ramadan
Kegiatan pameran produk lokal digelar pada 12–13 Februari 2026 di Stasiun Gambir, menghadirkan berbagai produk mulai dari tas, makanan, hingga parfum buatan UMKM. Tema pameran disesuaikan dengan momen Ramadan, sehingga produk yang ditampilkan relevan dengan kebutuhan masyarakat menjelang mudik dan hari raya.
Ketua Tim Peningkatan Akses Pasar Direktorat Pemasaran Kemendag, Firsta Widya Aris, menjelaskan bahwa tujuan utama pameran adalah mendorong pemasaran produk binaan kementerian, khususnya bagi wilayah stasiun jarak jauh.
“Dalam pameran ini kita menjual produk-produk untuk kebutuhan mudik para penumpang, apalagi sebentar lagi kita akan masuk masa mudik lebaran, penumpang kereta api biasanya mencari kebutuhan mudik seperti pakaian dan tas,” ujar Firsta.
Dengan potensi pasar penumpang kereta api yang mencapai 51 juta orang per tahun, akses ini diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi pelaku UMKM dalam memperluas jangkauan pemasaran domestik.
Integrasi UMKM Dalam Layanan Kereta Api
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi nasional.
Nyoman menambahkan, selain pameran, KAI Services menyediakan ruang promosi bagi UMKM melalui unit layanan kuliner kereta dan gerai oleh-oleh khusus di stasiun.
“Business matching ini adalah langkah untuk memastikan produk UMKM siap masuk ke pasar yang lebih luas dengan standar mutu yang tepat melalui jaringan bisnis KAI Services. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari upaya pemerintah dalam memperluas jangkauan pemasaran UMKM serta memperlihatkan keberhasilan pembinaan yang telah dilakukan Kemendag,” jelas Nyoman.
Dengan integrasi ini, produk UMKM dapat lebih mudah dikenal oleh penumpang kereta api, sekaligus menambah nilai tambah bagi perjalanan mereka. Strategi ini juga mencerminkan bagaimana sektor transportasi publik dapat difungsikan sebagai platform pemberdayaan ekonomi lokal.
Dampak Jangka Panjang bagi UMKM
Kolaborasi KAI Services dan Kemendag menekankan pada pembangunan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. UMKM yang terlibat memperoleh bimbingan terkait kualitas produk, pemasaran, dan standar layanan, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Langkah ini tidak hanya berdampak pada peningkatan omzet pelaku UMKM, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru dan memperkuat basis ekonomi lokal.
Dukungan infrastruktur dari KAI Services menjadi jembatan bagi UMKM untuk mencapai pasar nasional tanpa harus bergantung pada jalur distribusi tradisional yang seringkali terbatas.
Selain itu, program ini menjadi model kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dalam memberdayakan ekonomi rakyat. Produk-produk lokal yang masuk ke jaringan kereta api diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan reputasi UMKM, sekaligus menumbuhkan ekosistem usaha yang lebih inklusif.
Dengan strategi ini, KAI Services tidak hanya berperan sebagai operator transportasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi nasional yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan konsumen di seluruh wilayah operasional kereta api.
Melalui pemanfaatan jaringan yang luas dan program business matching yang sistematis, UMKM kini memiliki peluang nyata untuk berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi domestik.